Senin, 17 Maret 2014

Drama . EMAK,. Tugas B indonesia kls VIII



Emak
  (Di angkat dari sebuah cerpen karya Widiyati II Skenario cerita By: Aulia Anisya)                                                                          
Latar : di trotoar jalan Ratih menangis sendiri,Mengacak- acak roti dagamgannya,Dan membantingnya, Rohimah mengintip beberapa saat kemudian Rohimah datang.

Rohimah : ‘’Kenapa kamu menangis? (melihat Ratih dan merangkul Bahunya) Kamu janji padaku tih. Kalau kamu sedih kamu akan cerita padaku? (melihat jam) Aku akan kembali ke Australia jam 1 nanti.. aku takut tak bisa menghapus duka mu .. tapi kalau kamu ngak siap .. ngak papa kok (memandang ratih, yang menangis)’’
Ratih : “(menunduk, mengatur emosi) Imah, kamu tau kan, Emmakku adalah sosok wanita yang kukagumi didunia ini. Dia sangat sabar mah!. Apalagi menghadapi Kelakuan mbak ika, Yang satu tahun belakangan ini mulai memburuk emosinya . jadi suka marah-marah .. semua itu berawal semenjak ditinggal Bapak (menangis)”
Rohimah : “Ratih, (memeluk) mungkin ini cobaan untuk keluargamu .. Allah merencanakan semua ini karena kamu adalah hamba yang paling dicinta nya Ratih! Aku yakin Allah merencanakan sesuatu yang lebih indah!( melepaskan pelukan, Diam beberapa jenak) Tih, Apa Emakmu pernah mengeluh kepadamu? Menangis dihadapanmu? Pasti ngak  pernah kan tih ?(Memandang Ratih)”
Ratih : “benar kamu imah! Aku akan pulang, terimakasih sahabat(memeluk imah)”
Rohimah : “iya sama-sama.. aku janji bulan depan aku pulang ke Indonesia dan melihat semangat mu Ratih !”
Ratih : Iya (melepas pelukan , berdiri , melambaikan tangan)
Rohimah : daa !! (melambaikan tangan)  Semangat ya Tih!

____________Keesokan Harinya____________

Ika : “Ratih ... Ratih ... Bangun!... Ayo bangun ! jangan malas jadi orang !! bangun! (berteriak )”
Ratih : “(Melihat jam dinding, menunjukkan jam 4 Pagi) aaaa ... !!Malas!! Masih pagi juga .. kenapa sih sirik amat sama orang tidur ?”
Ika :” Kamu tau nga kunci yang aku taruh dimeja makan kemarin?”
Ratih : “Mana aku tau, Lagian kunci dijual jadi apa cobak... dasar nyonya bawel!!(mengejek)”
Ika : “Gak berguna banget sih kamu jadi adik!( berjalan Menuju pintu) ehhh ... (balik badan) apa kamu bilang tadi ? nyonya apaa...?? (melotot)”
Ratih : “(kaget) eh ..Ngak! Cuma ada Kucing terbang tadi! (Merapikan kamar)”
Ika : kira-Kira siapa yang Ngambil kunci ku ya tih ..? (berfikir) ah!! Pasti dia lagi !! (berjalan cepat)”
Ratih : “(menarik Tangan ika) dia lagi?  siapa mbak?”
Ika : “Yaah .. siapa lagi kalo bukan emak? Biang keladi dari semuaa masalah rumah ini! (sinis)”
Ratih : “Hush!! Ngak baik bicara kayak gitu ke orang tua! Kualat nanti!”
Ika : “Anak kecil kayak kamu tau apa ha? (mendorong ratih)”
Ratih : “aww... ! (menghalangi ika ) mau kemana?”
Ika :” Mau ke orang pembuat masalah dirumah ini ! Minggir kecil! (mendorong Ratih sampai terjatuh)”
Ratih : (berdiri, membuntuti ika)
_________________________________Keluar Kamar_______________________________
Ika : “Mak !!! Emak!! (berteriak lantang)”
Emak : “(membawa sapu, Sedikit berlari) Ada apa nduk?”
Ika : “(mengebrak meja)Tau ngak kunci yang aku taruh di meja ini Kemarin? (Membentak)”
Ratih : “Biasa aja dong mbak ! Emak ngak tuli!(Merangkul Emak)”
Ika : “He anak kecil, Diam kamu ya !!(melotot,Membentak, dan menunjuk-nunjuk)”
Emak : “yang mana? (kebingungan)”
Ika : “aduh .. Itu lho yang ada gantungannya “ I LOVE delapan F”  tau ngak ?(membentak)”
Emak : “(diam sebentar) oo.. Itu.. Kemarin mak simpan di laci meja itu mungkin (menunjuk) , emak juga agak lupa nduk! (Jawab emak pelan)”
Ika : (melihat laci meja yang ditunjuk dan mencarinya)
Emak : (mulai menangis)
Ratih : “Sabar ya mak, mbak ika mungkin lagi PDS mak? (merangkul mak, dan mencoba menghibur dengan senyum cerianya)”
Emak : (tersenyum)
Ika :” Ha! Ketemu! (melihat mak ) Hey mak ! makanya kalau sudah merasa pikun jangan membenahi barang yang bukan milik mak! (membentak) Yang punya barang sampai Gila  mencarinya (lebih keras) Ngerti? (mengebrak meja)”
Emak : “Ma.. Ma..Maaf nduk (terbata-bata, mengusap air mata)”
Ika : “Dasar perempuaan tuua ! tidak .. (terpotong)”
Ratih : “(memotong bicara ika) Sudah-sudah ! yang penting kan kuncinya udah ketemu, ngak enak didenger tetanga, tiap hari kerjaannya ribuuut melulu.”
Ika : (menonton tv)
Ratih : “Sabar ya mak!”
Emak : “Iya nduk, mak bikin kue dulu ya?(mengusap air mata)”
Ratih : (mengangguk) iya
-------------------------------------------------Pukul 6 pagi---------------------------------------------------------
Ratih : “Emak, ratih berangkat dulu ya mak ? insya allah kuenya habis seperti kemarin mak(ceria)”
Emak : “Iya nduk ini kue nya,  (memberikan kue) Yang pintar disekolah, Jangan lupa baca sholawat (mengelus rambut ratih)”
Ratih : “Sendiko dawuh mak (salim kepada emak) assalamu’alaikum”
Ika : “Udah selesai? Ha? Gitu aja lama! Aku berangkat (jalan dan tiba-tiba berhenti)”
Emak : (mengulurkan tangan dan menghadang ika)
Ika : “ah! Penting ya ? udah aku jalan! (menyibakkan tangan mak)”
Emak : (memandang mereka sampai keujung jalan lalu menutup pintu)

--------------------------------------------Di depan gang-----------------------------------------------------------
Ratih : “aku duluan mbak, (salim) assalamu’alaikum”
Ika : “Ya, sana!”
Ratih : (berjalan)

Latar : Ratih agak jauh ,ika diserempet sepeda motor

Ika : “aw! (menjerit)”
Guntur : “(turun dari sepedha) maaf nona, Kau tak papa nona ?”
Ika : “(kagum , pura pura sakit) aww , sakit.. tidak bisa berdiri .. tolong aku!”
Guntur :  “iya, sini aku bantu , maaf aku antar pake sepeda motor ya (menolong)”
Ika : “ngak papa kok, lagian pake motor gede itu keren, Nama mu siapa ? (pose chibi,melirik genit)”
Guntur : “aku guntur .. Siapa nama mu? (acuh)”
Ika :” ika,(genit, menekan kan “IK”)”
Guntur : “nama yang cantik (berusaha merayu agar tidak marah karena di srempet)
Ika : ah, Terimakasih (Tersipu)”
Guntur : “ika ...  siapa idolamu didunia ini?”
Ika :  “Yesung super junior, yang tampan itu ,multi talend.. aku juga suka TOP Big Bang.. SeungRi .. dan yang pasti itu Choi Min Ho Shinee. Kalau kamu? (berkata dengan penuh semangat)”
Guntur : “idolaku adalah ibuku, Seseorang yang telah melahirkan aku, mengandungku selama 9 bulan diperutnya, mencarikan aku sesuap nasi... aku sangat mencintainya.. aku bukan apa-apa tanpa ibu ika...”
Ika : “(kaget) eh? A.. ak ..aku juga...(malu)”
Guntur : “jam 7.45 nih ... kamu mau kerja ya? Ayo aku antar.(menaiki motor)”
Ika : “(malu) ah.. terimakasih tur, aku telah merepotkanmu!”
Guntur : “tidak, silahkan naik nona”
Ika : (naik ke sepeda)
---------------------------------------------------------SKIP------------------------------------------------------------
Ika : “sini saja .. terimakasih tur (turun dari sepedha)”
Guntur : “iya nona, daa!! (melambaikan tangan, pergi)”

Latar : ika berjalan ke arah meja kasirnya, menaruh tasnya

Joshua : “loe dari mana mbak ? kok jam segini baru nyampek? (mengotak atik mesin kasir)”
Ika : “dari makan sama cowok ganteng.. hahahaha (membayangkan guntur)”
Joshua : “mbak! Loe jadi anak gak tau diri ya? Emak loe jualan dipasar, adek loe! sih ratih jualan kue dijalan! Gue tadi ketemu Ratih mbak! dia ceritain semua..  sikap loe sama emak! Gue heran, Gak tau bales budi apa loe?(marah-marah, sesekali mengebrak)”
ika : “(enteng) udah selesai bawelnya? (enteng) kalo ratih keserempet dan udah loe bawak keruma sakit ya udah! Ngapain gua repot? Ratih itu udah gede.. biarin apa jualan ..
Oh ya !!(mengebrak meja) jangan pernah urusin kehidupan gue ! ngerti loh!”
Joshua : “(mengebrak meja) ngapain gue urusin elo? Ha? Gua Cuma nasehatin elo! Ngerti?
Ika : serah!”
--------------------------------------------------ke esokan harinya------------------------------------------------
Ika : “Ratih !!! Ratih !! Ratih......!! (berteriak dari dalam kamar dan berjalan keluar)”
Ratih : “(menonton tv) Apasih mbak? Teriak- Teriak mulu kerjaannya”
Ika : “Biarin, kamu tahu ngak siapa yang buka-buka lemari ku? Lemari pakaian ? (marah)”
Ratih : “(enteng,terus menatap ke tv) enngak, emang aku masuk kekamar mbak?”
Ika : “emak mu kemana ha? (membentak)”
Ratih : “Lagi tidur (enteng dan tiba-tiba agak membentak) Jangan diganggu emak! Emak lagi
ngak enak badan!!”
Ika : “masa bodoh (menuju kekamar Emak)”
Ratih : “(membuntuti di belakang ika)”
Ika : “Mak bangun! Ada yang mau aku omongin! Mak!! Hey bangun!! (menggoyang goyang badan mak)”
Emak : (bangun gelagapan, dibantu ratih)
Ika : “Emak tadi buka-buka lemari pakaianku gak?”
Emak : “iya nduk memang ada apa?(binggung)”
Ika : “ooo jadi emak (menyaut gagang sapu) Uang lima puluh ribu ku hilang, Emak kan yang mengambilnya (menodongkan gagang sapu dimuka mak)”
Emak : “ka.. ka.. kalau masalah uang mak tidak mengambilnya nduk, Emak tidak tahu menahu nduk.. benar nduk (mulai menangis)”
Ika : “udah deh ngak usah sok melas! Aku yakin mak yang mengambilnya, lagian pencuri mana yang mau ngaku (membentak)”
Emak : “benar nduk! Benar! Mak ngak ngambil, percayalah sama mak! (menangis)”
Ratih : “Mbak, masa ngak kasihan sama mak? Jangan nuduh mbah sebelum ada bukti!!(membentak dan memeluk mak)”
Ika : “hallaah !! apa ngak cukup buktinya ha? Ngaku aja deh mak!! (semakin marah)”
Emak : “Ngak nduk, emak ngak mengambilnya (isak)”
Ika : “Ngaku ngak?! Ayo ngaku !! ngaku aja deh!! Ngaku ngak!! (teriak dan memukuli mak memakai gagang sapu)”
Emak : “aduhh sakitt .. benar ndukk aaa... nduk!!(teriak mak kesakitan)”
Ratih : “(menghalangi pukulan ika) mbakk .. cukup!! (ika terus memukuli) mbak kamu punya otak gak sih? Ha? Dibilang sudah besar gak punya pikiran, dibilang kecil badannya bongsor . kamu ini kejam!! . Sakitt mbak!! Sakit ... Apa kamu mau aww(kena pukulan di pipi) kamu mau di pukuli seperti ini aa?? Mbak sakitt !!”
Ika : “kamu ! minggir !! (menampar ratih sampai jatuh)”
Ratih : “aaaaa ! (jatuh)”
Ika : “mak ! ngaku ngak ??”
Emak : (pingsan)
Ratih : “(berteriak) cukup! Lihat mbak !! mak pingsan!!! Bodoh kau mbak!!”
Ika : “apa? (kaget,mulai menangis) Apa yang ku lakukan?? Mak ?? (membangunkan mak)
Ratih : mak !!(menangis)”
ika : “(pergi agak jauh, menelepon) Joshua? Bisa tolong aku? Emmak josh , Emak pingsan josh!! Tolong joshua !!(menangis)”
Joshua :  “apa mbak? Budhe? Iya-iya aku segera kesana (dipanggung hanya terdengar suara)”
-----------------------------Joshua datang membawa mobil-----------------------------------------------
Joshua : “budhe! Apa yang terjadi tih? (mengangkat emak)”
Ratih : “(terus menangis) Semua gara-gara mbak ika!! (menghujat)”
Joshua : “sudah ! bantu aku bawa ke mobil !!”
Ika : “(memangil nama emak dan menangis) makkk !! makk”

--------------------------------------------------di RS-------------------------------------------------------------
***Dokter , suster , ika ,ratih, joshua : mendorong kasur ke UGD***
Dokter : “(masuk ke ugd ) tenang! Saya akan memeriksa ibu anda! Percaya pada saya! Tunggu saja diluar!(mengantar sampai di pintu masuk bersama suster)”
Ika : (duduk, menangis)
Ratih : “Emak!! Emak!! (memaksa masuk ke dalam ugd , dihallangi suster)”
Joshua : “tenang tih (menarik tangan ratih)”
Suster : “kami akan berusaha demi ibu anda, Dokter akan memberikan penanganan terbaik...”
 dokter : “jika kamu begini, tak akan membantu ibumu! Tenang ya dik! Berdoalah untuk ibu mu!”
Ratih : “(luluh dan menangis didepan pintu UGD)”
Suster : “(tersenyum, dan masuk ke dalam bersama dokter)”
Joshua : “(mengangkat ratih) sudah tih ...!! berdoalah”
----------------------------------------Pemeriksaan berlangsung-----------------------------------------------
Dokter : (memeriksa)
Suster : “(memasang alat infus) dok , mengapa nyonya ini badannya lebam?”
Dokter : “(melihat tangan emak) iya,”
Emak : “(sadar) sa..sa.. saya di ma...mana ?
Suster : “anda di UGD nyonya..”
Dokter : “mengapa bandan anda lebam nyonya?”
Emak : “(lirih) ik.. ikaa.. ikaa (menangis)”
Suster : “biar saya panggilkan dia (berjalan keluar)”
Dokter : (menenangkan)
***diluar***
Suster : “maaf, apa anda bernama ika?”
Ika : “iya sus , saya ada apa? Bagaimana emak suster (kaget dan menangis)”
Ratih : (berdiri,kaget)
Suster : “ibu anda memanggil nama anda, silahkan masuk”
Ika : (mengikuti suster)
Ratih : “josh ada apa ?”
Joshua : “tidak tahu?”
Ratih : (mengikuti ika)
---------------------------------------------------------------------------DI UGD
Emak : “ika, syukurllah kamu mau daatang. Emak hanya ingin minta maaf atas segala perbuatan mak yang kamu anggap salah. Nduk, Emak memang tak pantas menjadi ibumu. Nduk, jujur emak haus akan kasih sayang mu. Tapi jika memang kamu tak menghendaki kehadiran mak, ya tidak apa –apa. Emak sudah memaafkan kamu nduk! Emak tau itu hanya luapan amarah semata,emak hanya minta kamu jangan mengulanginya. Rukun-rukunlah dengan adik mu! mungkin jika mak tidak ada itu lebih baik nduk, jaga adikmu ya! (pelan)”
Ratih dan ika : (menangis sejadi-jadinya)
Ratih : “(menangis) ngak mak!!”
Ika : “(menangis) ngak mak! Maafkan ika. Ika tau ika salah ...”
Emak : ( tiba-tiba lemas dan menutup mata)
Ratih : “(teriak) emak !!!! emak !!!”
Dokter : (memeriksa)
Suster : “dok?”
Dokter : “(mengangguk) maaf nak, ibu kamu telah pergi ke surga!”
Ratih : “emak !!! (menangis, memegang tangan mak)”
Joshua : “(menarik kerah dokter) anda jangan main-main ! periksa dok! Ngak mungkin dok!! Ngak mungkin (menangis di rangkulan dokter)”
Ika : “(terdiam, bersimpuh dibawah kasur, menangis seejadi-jadinya) makk !!! makk!!! Bangun!!!”
Suster : “(merangkul ika) Mungkin ini teramat sulit untukmu tapi yakinlah, waktu akan menghapus lukamu ika!”
Joshua : (menangis)
Dokter : (memeluk joshua)
Ratih : “(menggengam tangan mak, berteriak memecah gedung) maaakkkk !!!!!!!!!!”

Tamat

Donasi Pulsa samartfrent 08813315645
Tinngal copy paste

Tidak ada komentar:

Posting Komentar