Senin, 17 Maret 2014

Penjernihan Air Dengan Hukum Bejana Berhubungan 1



PEMANFAATAN AIR KOLAM SEKOLAH MENJADI AIR JERNIH
DENGAN METHODA HUKUM BEJANA BERHUBUNGAN
KARYA TULIS

Diajukan  dalam rangka
Mengikuti LOMBA PENELITIAN REMAJA (LPIR)





Disusun oleh :
1.     AULIA ANISYA WARDHANI                                  Kelas : VIII D
2.     RIDHA AGUSTINAH                                                Kelas : VIII F
3.     SELSA ANDRIYANI                                                 Kelas : VIII D





2013
PEMERINTAH KOTA MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 18 MALANG
JL. SOEKARNO HATTA A-394 Telp. (0341) 472418 MALANG



LEMBAR PENGESAHAN
PEMANFAATAN AIR KOLAM SEKOLAH MENJADI JERNIH

Disusun oleh :
                        AULIA ANISYA WARDHANI                      kelas : VIII
                        RIDHA AGUSTINAH                                    kelas : VIII
                        SELSA ANDRIYANI                                     kelas : VIII


Tanggal Pengesahan   : 13 Juni 2013


Mengetahui                                                                             Menyetujui
Kepala Sekolah SMPN 18 Malang                                        Guru Pembimbing



Drs. SULISTYONO ADJI, M.M.Pd                                    AZIZ GUBAEDI, S.Pd                                     
NIP. 195508171983031025




1

Kata Pengantar
Dengan segala puji syukur kepada ALLAH SWT , yang telah melimpahkan rahmat serta karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis tentang “ Pemanfaatan Air Kolam Sekolah Menjadi Jernih”  ini.
Karya ilmiah ini disusun dalam rangka mengikuti lomba Karya Ilmiah Remaja .
Dalam penyusunan karya ilmiah ini kami mendapat petunjuk dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga wajarlah kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.     ALLAH SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga terselesaikan makalah ini.
2.     Orang tua kami yang telah mendukung secara moral maupun materil
3.     Kakak Ir.Fathurrohman hidayat, yang menularkan ilmu yang berguna bagi kami serta membantu penyusunan makalah ini.
4.     Bapak Sulystyo Adji,M.M.Pd, selaku kepala sekolah yang mendukung kami dan mengesahkan makalah ini.
5.     Bapak Aziz,SPd yang membimbing kami selama proses observasi sampai perumusan hipotesa dan merupakan guru IPA kami.
6.     Bapa Nur rohmat yang membimbing kami dalam hal penulisan dan merupakan guru bahasa Indonesia kami.

Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari kata “Sempurna”  untuk itu kami menerima perbaikan dan saran demi kesempurnaan karya tulis ini.
            Dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf bila ada salah kata-kata yang tidak berkenan di hati pembaca . Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi siswa




Malang, 16 Juni 2013
                                                                           Penyusun    
                                                                                                                                                            2                                             


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
                        Air kolam ... ! Pasti yang muncul di pikiran kita adalah : Hijau, bau, dan kotor.  Apalagi jika kita hubungkan dengan ikan yang pasti kita berfikir pula kata amis. Air adalah hal paling penting di kehidupan, tanpa air mungkin kita tak dapat disini seperti saat ini. Hampir di kanan-kiri  lingkungan kita,  selalu menemukan air . Bisa dikatakan air adalah hal utama dalam kehidupan. Didalam lingkungan masyarakat  sangat penting sekali keberadaan air  ini. Masyarakat mendapat sumber Air ini dari PDAM setempat. Memang air hasil olahan PDAM selalu diandalkan karena hasilnya yang memuaskan. Tapi tidak ada salahnya kita mencoba menjernihkan air kolam jika dilihat dengan kasat mata (tanpa observasi) tidak mungkin sekali air kolam yang begitu keruh dapat menjadi bersih .
                        Air yang berwarna hijau tersebut menjadi air berwarna putih jernih, ini sama sekali bukan tipuan melainkan sesuatu pengolahan bahan alam . tanpa kita sadar untuk menjernihkan air bersih saja alam sudah menyediakan bahan-bahan yang sangat kita butuhkan .
                         Komonditas air merupakan salah satu komonditas yang saat ini mendapat perhatian dari pemerintah. Pemerintah menggalakan peningkatan suplai air dengan tujuan agar daerah–daerah terpencil dapat merasakan sejuknya air bersih. Mengingat sangat penting dan berguna nya penjernihan air kolam ini kami mengambil judul “ Penjernihan Air Kolam Sekolah Menjadi Air Jernih“
                        Mengingat pentingnya peranan air bagi masyarakat dan upaya kami dalam mendaur ulang kolam ikan menjadi air bersih, karya tulis ini kami beri judul “ Penjernihan Air kolam Sekolah Menjadi Air Bersih”

Air dengan bercampur lumut dalam kolam smp 18


1.2. IDENTIFIKASI MASALAH
Belum optimalnya pengolahan air limbah menyebabkan pasokan air bersih ke daerah-daerah terkecil semakin berkurang, karena pasokan air-air yang di impi-impikan oleh para warga di dusun kecil terbatas dan sangat kurang, air-air bersih tersebut lebih banyak di suplay kedaerah kota-kota besar.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi suplay air ke daerah-daerah terpencil adalah : tidak adanya hubungan dengan PDAM. PDAM pula sangat sulit menyalurkan air bersih ke desa terpencil teersebut.
1.3. Perumusan Masalah
Ada berbagai cara untuk menjernihkan air kolam. Salah satunya dengan cara yang kami pakai. Kami menjernihkan air dengan cara yang sederhana dan berusaha membuat tanpa bahan kimia. Kami menumpuk bahan-bahan yang dipakai  yang dipadu padankan hukum Bejana Berhubungan dan Hukum Gaya Gravitasi.


air disaring dengan metoda hukum bejana berhubungan

Tabung Pertama.   air dari bawah ke atas
Tabung kedua.       Air difilterisasi dari bawah keatas
(Dalam bejana berhubungan air akan membentuk permukaan sama rata) 
Pada Tabung 2 disamping air terfilter oleh rangkaian filterisasi juga molekul yg berat akan cenderung ditarik kebawah oleh grafitasi, Hasilnya akan lebih jernih


Hasilnya sangat luar biasa

 
1.4. Tujuan dan Manfaat

14.1. Tujuan
1. Untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan mencegah global warming yang menjadi perbincangan panas akhir-akhir ini. Selain itu mencegah tercemarnya tanah/air oleh limbah yang mematikan . Kami ingin mengorbitkan kata-kata “save our earth” , tidak ada bumi kita tak ada disini, tidak ada tanah kita akan terbakan panasnya perut bumi, tidak ada air kita akan berkata “bye bye! “
2. Untuk menghemat perngeluaran dan bisa diterapkan ke masyarakat desa yang kekurangan air bersih
1.4.2. Kegunaan
1. Dapat pakai sebagai bahan penyusunan karya ilmiah yang diajukan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti lomba penelitian ilmiah remaja (LPIR)
2. Hasil kunjungan ini dapat dipakai sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi siswa pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Selain itu bisa membantu pemeliharaan lingkungan.


4


1.4. Metode Pengumpulan Data

1.1  Observasi
Mengamati air yang akan di teliti, cara-cara untuk menjernihkan air, dan menyiapkan bahan-bahan yang ada.

             1.2. Studi Pustaka
                   Yaitu metode pengumpulan data dengan membaca atau menggunakan                                         buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang teliti
1.5.        Obyek Kegiatan Penelitian
Obyek dari kegiatan penelitian adalah Kolam SMP Negeri 18 Kota Malang.
1.6.        Waktu Kunjungan
Penelitian kami selama 15 hari mulai tanggal 26 juni 2013




















                                                               5
BAB II
TELAAH PUSTAKA
2.1. Dasar Penelitian
Dasar penelitian kami adalah sifat air yang mempunyai bentuk menyesuaikan wadahnya  serta air bergerak ke segala arah.  Dari rumusan tersebut kami menemukan hukum–hukum yang dapat menyongsong rumusan air tersebut  hukum hukum tersebut adalah :
a.      Hukum Bejana Berhubungan : hukum bejana berhubungan yang apabila didalam bejana di isi zat cair dalam keadaan seimbang maka permukaan zat cair itu akan rata atau pada satu bidang datar.
b.     Hukum Gaya Gavitasi : setiap partikel yang ada di alam semesta ini akan mengalami gaya tarik menarik antara satu dengan yang lain. Besar gaya tarik menarik itu berbanding lurus dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.
Dari hukum–hukum tersebut kami mendapat penemuan yaitu :
Proses penjernihan air kolam dengan berlapis-lapis menggunakan sistem hukum bejana berhubungan, seperti gambar dibawah ini :





Dari sistem tersebut kami menuai hasil yang sempurna karena kami menggunakan 3 metode atau sistem TM (three metod) (baca: TieM)
a.      Sistem Pelapisan : yaitu kita mengunakan bahan bahan penjernih air dengan menumpuk-numpuk sehingga terlihat berlapis lapis, metode tersebut kita pakai untuk  filter tabung 1 atau filter cepat karena terbantu oleh gaya Gravitasi.
b.     Sistem Pelapisan Tabung 2  : sistem ini hampir sama dengan sistem filter 1 tetapi bahan-bahannya  dibalik, bahan yang di filter 1 berada diatas saat di filter 2 berada dibawah dan lebih halus.

6
c.      Sistem Penyerapan Gravitasi: di dalam sistem ini masuk ke dalam tabung 2 tetapi daya serap lambat karena dibantu adanya gaya gravitasi bumi,  jadi molekul-molekul yang lebih berat massanya dari air akan tertarik kebawah dan air-air yang bersih akan naik ke atas karena Hukum Bejana Berhubungan.
Dari sistem tersebut kita bisa mengeluarkan air kolam yang hijau tersebut menjadi air bersih jernih yang dapat dipakai.
2.2. Rancangan Yang Pernah Dilakukan Orang Lain adalah :
1. Berlapis-lapis
            Kami telah melakukan observasi tentang metode yang bersumber dari internet dan mencobanya, dan hasilnya sangat tidak memuaskan air kolam yang kami pakai menjadi lebih keruh dari asalnya, kami sangat kecewa dengan media cetak seperti ini, tetapi kami tetap mencari di buku-buku dan hasilnya serupa.
2.     Menggunakkan Bahan Kimia
Kami sangat tidak mungkin memakai bahan ini karena itu sangat berbahaya. Kami ingin memakai konsep sederhana.
2.2. Percobaan yang pernah dilakukan orang lain  
a. Ini adalah salah satu percobaan yang pernah dilakukan oleh orang lain . dan setelah kami coba hasilnya sangat mengecewakan. Tidak seindah teorinya










7





 B. Setelah kami mencoba teknik dari internet,  kami mencoba mencari teknik yang lain. Dan dari teknik ini kami mendapatkan susunan lapisan yang kami butuhkan tetapi kami sedikit beri variasi dan perubahan di teorinya.Kami sama sekali tidak menyangka pada awalnya karena setelah kami menggalami 5 kali percobaan yang gagal kami menemui titik temu yang sangat penuh harapan yaitu : setiap bahan yang akan di gunakan untuk menjernihkan air limbah harus mengalami proses cuci sampai bersih termasuk arang, pasir, bahkan batu. Itu mungkin hal yang sangat mustahil tetapi setelah kami mencoba-coba ternyata pasir jika dikenai air bersih maka air bersih tersebut menjadi kotor, begitu pula arang. Semua harus dicuci dan dites dibotol pengetest yang dibuat sangat sederhana agar semua bahan bisa dipastikan bersih.
Caranya adalah :
1.     Bahan-bahan dimasukkan kedalam botol test (sendiri-sendiri kecuali arang dan pasir mempunyai cara sendiri)
2.     Menyiram dengan air bersih dengan tempat pengalirannya di sumbat.
3.     Tempat pengalirannya dibuka dan di tampung jika air bersih tersebut menjadi kotor berarti mencucinya kurang bersih dan perlu dicuci lagi. 
Untuk bahan arang dan pasir cara mengetes nya sama tetapi harus dicampur bahan bahan yang lain .
a.      Arang :
 Bagian dasar botol diberi ijuk ditengan arang (semple) dan paling atas arang diberi ijuk tipis dan diatas ijuk diberi batu agar arang dapat dilewati air.
b.     Pasir :
Bagian paling bawah adalah pasir lalu batu-batuan baru diberi pasir dan atas pasir diberi batu lagi agar pasir secara sempurna di lewati air serta pada atas sendiri diberi ijuk .
  Jika semua bahan dicuci dengan bersi dapat dipastikan air limbah menjadi bersih.

BAB III
METODE PENELITIAN
1.     Alat
a.      3 tabung : untuk tempat penampungan air , filter 1 , Filter 2 .
b.     Selang : mengalirkan air / menyambung dua tabung untuk pengaliran air.
c.      Kran air : mengalirkan air (pada tabung filter 2) .
2.     Bahan
a.     
Ijuk
 fungsi ijuk disini adalah fungsi utama. dimana ijuk selalu dibutuhkan dalam menyaring molekul-molekul yang tersaring ke dalam air. ataupun bahan-bahan yang tersaring dalam air

b.     Batu kerikil (halus, besar, sedang)
 Untuk penyaringan tahap awal tengah akhir karena dapat mengendapkan molekul-molekul yang ikut bersama air dan yang tak dapat tersaring bersama ijuk


9
c.      Pasir Halus
  Untuk filter yang paling utama karena unsur pasir yang padat dan bisa menyebabkan molekul – molekul tersebut bisa tersangkut dalam air
d.      Arang
 Mengandung karbon . walaupun kandungan karbonya tak sebanyak kandungan dalam tawas . tetapi arang masih dapat mengikat bau dan racun di dalam air



10


f.      Batu Kali
Fungsinya hampir sama dengan arang . tetapi juga terdapat fungsi untuk merendam

11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar