PEMANFAATAN AIR KOLAM SEKOLAH
MENJADI AIR JERNIH
DENGAN METHODA HUKUM BEJANA BERHUBUNGAN
KARYA
TULIS
Mengikuti
LOMBA PENELITIAN REMAJA (LPIR)
Disusun
oleh :
1. AULIA
ANISYA WARDHANI Kelas
: VIII D
2. RIDHA
AGUSTINAH Kelas
: VIII F
3. SELSA
ANDRIYANI Kelas
: VIII D
2013
PEMERINTAH KOTA MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 18 MALANG
JL. SOEKARNO HATTA A-394 Telp. (0341) 472418 MALANG
LEMBAR PENGESAHAN
PEMANFAATAN AIR KOLAM SEKOLAH
MENJADI JERNIH
Disusun
oleh :
AULIA
ANISYA WARDHANI kelas
: VIII
RIDHA
AGUSTINAH kelas
: VIII
SELSA
ANDRIYANI kelas
: VIII
Tanggal Pengesahan : 13 Juni 2013
Mengetahui Menyetujui
Kepala Sekolah SMPN 18 Malang Guru Pembimbing
Drs. SULISTYONO ADJI, M.M.Pd AZIZ GUBAEDI,
S.Pd
NIP. 195508171983031025
1
Kata
Pengantar
Dengan segala puji syukur
kepada ALLAH SWT , yang telah melimpahkan rahmat serta karuniaNya sehingga kami
dapat menyelesaikan karya tulis tentang “ Pemanfaatan Air Kolam Sekolah Menjadi
Jernih” ini.
Karya ilmiah ini
disusun dalam rangka mengikuti lomba Karya Ilmiah Remaja .
Dalam penyusunan karya
ilmiah ini kami mendapat petunjuk dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga
wajarlah kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. ALLAH
SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga terselesaikan
makalah ini.
2. Orang
tua kami yang telah mendukung secara moral maupun materil
3. Kakak
Ir.Fathurrohman hidayat, yang menularkan ilmu yang berguna bagi kami serta
membantu penyusunan makalah ini.
4. Bapak
Sulystyo Adji,M.M.Pd, selaku kepala sekolah yang mendukung kami dan mengesahkan
makalah ini.
5. Bapak
Aziz,SPd yang membimbing kami selama proses observasi sampai perumusan hipotesa
dan merupakan guru IPA kami.
6. Bapa
Nur rohmat yang membimbing kami dalam hal penulisan dan merupakan guru bahasa
Indonesia kami.
Kami
menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari kata “Sempurna” untuk itu kami menerima perbaikan dan saran
demi kesempurnaan karya tulis ini.
Dengan
segala kerendahan hati kami mohon maaf bila ada salah kata-kata yang tidak
berkenan di hati pembaca . Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi siswa
Malang,
16 Juni 2013
Penyusun
2
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Air
kolam ... ! Pasti yang muncul di pikiran kita adalah : Hijau, bau, dan kotor. Apalagi jika kita hubungkan dengan ikan yang
pasti kita berfikir pula kata amis. Air adalah hal paling penting di kehidupan,
tanpa air mungkin kita tak dapat disini seperti saat ini. Hampir di
kanan-kiri lingkungan kita, selalu menemukan air . Bisa dikatakan air
adalah hal utama dalam kehidupan. Didalam lingkungan masyarakat sangat penting sekali keberadaan air ini. Masyarakat mendapat sumber Air ini dari
PDAM setempat. Memang air hasil olahan PDAM selalu diandalkan karena hasilnya
yang memuaskan. Tapi tidak ada salahnya kita mencoba menjernihkan air kolam jika
dilihat dengan kasat mata (tanpa observasi) tidak mungkin sekali air kolam yang
begitu keruh dapat menjadi bersih .
Air
yang berwarna hijau tersebut menjadi air berwarna putih jernih, ini sama sekali
bukan tipuan melainkan sesuatu pengolahan bahan alam . tanpa kita sadar untuk
menjernihkan air bersih saja alam sudah menyediakan bahan-bahan yang sangat
kita butuhkan .
Komonditas air merupakan salah satu komonditas
yang saat ini mendapat perhatian dari pemerintah. Pemerintah menggalakan
peningkatan suplai air dengan tujuan agar daerah–daerah terpencil dapat
merasakan sejuknya air bersih. Mengingat sangat penting dan berguna nya
penjernihan air kolam ini kami mengambil judul “ Penjernihan Air Kolam Sekolah
Menjadi Air Jernih“
Mengingat
pentingnya peranan air bagi masyarakat dan upaya kami dalam mendaur ulang kolam
ikan menjadi air bersih, karya tulis ini kami beri judul “ Penjernihan Air
kolam Sekolah Menjadi Air Bersih”
1.2.
IDENTIFIKASI MASALAH
Belum
optimalnya pengolahan air limbah menyebabkan pasokan air bersih ke
daerah-daerah terkecil semakin berkurang, karena pasokan air-air yang di
impi-impikan oleh para warga di dusun kecil terbatas dan sangat kurang, air-air
bersih tersebut lebih banyak di suplay kedaerah kota-kota besar.
Faktor-Faktor
yang mempengaruhi suplay air ke daerah-daerah terpencil adalah : tidak adanya
hubungan dengan PDAM. PDAM pula sangat sulit menyalurkan air bersih ke desa
terpencil teersebut.
1.3. Perumusan Masalah
Ada
berbagai cara untuk menjernihkan air kolam. Salah satunya dengan cara yang kami
pakai. Kami menjernihkan air dengan cara yang sederhana dan berusaha membuat
tanpa bahan kimia. Kami menumpuk bahan-bahan yang dipakai yang dipadu padankan hukum Bejana Berhubungan dan Hukum Gaya
Gravitasi.
Tabung Pertama. air dari bawah ke atas
Tabung kedua. Air difilterisasi dari bawah keatas
(Dalam bejana berhubungan air akan membentuk permukaan sama rata)
Pada Tabung 2 disamping air terfilter oleh rangkaian filterisasi juga molekul yg berat akan cenderung ditarik kebawah oleh grafitasi, Hasilnya akan lebih jernih
![]() | ||
| air disaring dengan metoda hukum bejana berhubungan |
Tabung kedua. Air difilterisasi dari bawah keatas
(Dalam bejana berhubungan air akan membentuk permukaan sama rata)
Pada Tabung 2 disamping air terfilter oleh rangkaian filterisasi juga molekul yg berat akan cenderung ditarik kebawah oleh grafitasi, Hasilnya akan lebih jernih
![]() |
| Hasilnya sangat luar biasa |
1.4.
Tujuan dan Manfaat
14.1. Tujuan
1. Untuk membantu
menjaga kelestarian lingkungan mencegah global warming yang menjadi perbincangan
panas akhir-akhir ini. Selain itu mencegah tercemarnya tanah/air oleh limbah
yang mematikan . Kami ingin mengorbitkan kata-kata “save our earth” , tidak ada
bumi kita tak ada disini, tidak ada tanah kita akan terbakan panasnya perut
bumi, tidak ada air kita akan berkata “bye bye! “
2. Untuk menghemat
perngeluaran dan bisa diterapkan ke masyarakat desa yang kekurangan air bersih
1.4.2. Kegunaan
1. Dapat pakai sebagai
bahan penyusunan karya ilmiah yang diajukan sebagai salah satu syarat untuk
mengikuti lomba penelitian ilmiah remaja (LPIR)
2. Hasil kunjungan ini
dapat dipakai sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi siswa pada bidang Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA). Selain itu bisa membantu pemeliharaan lingkungan.
4
1.4. Metode Pengumpulan Data
1.1 Observasi
Mengamati air yang akan di teliti, cara-cara
untuk menjernihkan air, dan menyiapkan bahan-bahan yang ada.
1.2. Studi Pustaka
Yaitu
metode pengumpulan data dengan membaca atau menggunakan buku-buku
yang berhubungan dengan masalah yang teliti
1.5.
Obyek Kegiatan Penelitian
Obyek
dari kegiatan penelitian adalah Kolam SMP Negeri 18 Kota Malang.
1.6.
Waktu Kunjungan
Penelitian
kami selama 15 hari mulai tanggal 26 juni 2013
5
BAB
II
TELAAH
PUSTAKA
2.1.
Dasar Penelitian
Dasar penelitian kami adalah sifat air yang
mempunyai bentuk menyesuaikan wadahnya
serta air bergerak ke segala arah.
Dari rumusan tersebut kami menemukan hukum–hukum yang dapat menyongsong
rumusan air tersebut hukum hukum
tersebut adalah :
a. Hukum
Bejana Berhubungan : hukum bejana berhubungan yang apabila didalam
bejana di isi zat cair dalam keadaan seimbang maka permukaan zat cair itu akan
rata atau pada satu bidang datar.
b. Hukum
Gaya Gavitasi : setiap partikel yang ada di alam semesta ini akan
mengalami gaya tarik menarik antara satu dengan yang lain. Besar gaya tarik
menarik itu berbanding lurus dengan massa masing-masing benda dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.
Dari hukum–hukum tersebut kami mendapat penemuan
yaitu :
Proses penjernihan air kolam dengan berlapis-lapis
menggunakan sistem hukum bejana berhubungan, seperti gambar dibawah ini :
Dari sistem tersebut kami menuai hasil yang sempurna
karena kami menggunakan 3 metode atau sistem TM (three metod) (baca: TieM)
a.
Sistem
Pelapisan : yaitu kita mengunakan bahan bahan penjernih air
dengan menumpuk-numpuk sehingga terlihat berlapis lapis, metode tersebut kita
pakai untuk filter tabung 1 atau filter
cepat karena terbantu oleh gaya Gravitasi.
b.
Sistem
Pelapisan Tabung 2 :
sistem ini hampir sama dengan sistem filter 1 tetapi bahan-bahannya dibalik, bahan yang di filter 1 berada diatas
saat di filter 2 berada dibawah dan lebih halus.
6
c.
Sistem
Penyerapan Gravitasi: di dalam sistem ini masuk ke dalam
tabung 2 tetapi daya serap lambat karena dibantu adanya gaya gravitasi bumi, jadi molekul-molekul yang lebih berat massanya
dari air akan tertarik kebawah dan air-air yang bersih akan naik ke atas karena
Hukum Bejana Berhubungan.
Dari
sistem tersebut kita bisa mengeluarkan air kolam yang hijau tersebut menjadi
air bersih jernih yang dapat dipakai.
2.2.
Rancangan Yang Pernah Dilakukan Orang Lain adalah :
1.
Berlapis-lapis
Kami telah melakukan observasi
tentang metode yang bersumber dari internet dan mencobanya, dan hasilnya sangat
tidak memuaskan air kolam yang kami pakai menjadi lebih keruh dari asalnya,
kami sangat kecewa dengan media cetak seperti ini, tetapi kami tetap mencari di
buku-buku dan hasilnya serupa.
2.
Menggunakkan
Bahan Kimia
Kami sangat tidak mungkin memakai bahan ini karena itu
sangat berbahaya. Kami ingin memakai konsep sederhana.
2.2.
Percobaan yang pernah dilakukan orang lain
a.
Ini adalah salah satu percobaan yang pernah dilakukan oleh orang lain . dan
setelah kami coba hasilnya sangat mengecewakan. Tidak seindah teorinya
7
B. Setelah
kami mencoba teknik dari internet, kami
mencoba mencari teknik yang lain. Dan dari teknik ini kami mendapatkan susunan
lapisan yang kami butuhkan tetapi kami sedikit beri variasi dan perubahan di
teorinya.Kami sama sekali tidak menyangka pada awalnya karena setelah kami
menggalami 5 kali percobaan yang gagal kami menemui titik temu yang sangat
penuh harapan yaitu : setiap bahan yang akan di gunakan untuk menjernihkan air
limbah harus mengalami proses cuci sampai bersih termasuk arang, pasir, bahkan
batu. Itu mungkin hal yang sangat mustahil tetapi setelah kami mencoba-coba
ternyata pasir jika dikenai air bersih maka air bersih tersebut menjadi kotor,
begitu pula arang. Semua harus dicuci dan dites dibotol pengetest yang dibuat
sangat sederhana agar semua bahan bisa dipastikan bersih.
Caranya
adalah :
1.
Bahan-bahan dimasukkan kedalam botol
test (sendiri-sendiri kecuali arang dan pasir mempunyai cara sendiri)
2.
Menyiram dengan air bersih dengan tempat
pengalirannya di sumbat.
3. Tempat
pengalirannya dibuka dan di tampung jika air bersih tersebut menjadi kotor
berarti mencucinya kurang bersih dan perlu dicuci lagi.
Untuk
bahan arang dan pasir cara mengetes nya sama tetapi harus dicampur bahan bahan
yang lain .
a. Arang :
Bagian dasar botol diberi ijuk ditengan arang (semple)
dan paling atas arang diberi ijuk tipis dan diatas ijuk diberi batu agar arang
dapat dilewati air.
b. Pasir :
Bagian
paling bawah adalah pasir lalu batu-batuan baru diberi pasir dan atas pasir
diberi batu lagi agar pasir secara sempurna di lewati air serta pada atas
sendiri diberi ijuk .
Jika semua bahan dicuci dengan bersi dapat
dipastikan air limbah menjadi bersih.
BAB III
METODE PENELITIAN
1. Alat
a.
3 tabung : untuk tempat penampungan air
, filter 1 , Filter 2 .
b.
Selang : mengalirkan air / menyambung
dua tabung untuk pengaliran air.
c.
Kran air : mengalirkan air (pada tabung
filter 2) .
2. Bahan
a.
Ijuk
Ijuk
fungsi ijuk disini adalah fungsi utama. dimana
ijuk selalu dibutuhkan dalam menyaring molekul-molekul yang tersaring ke dalam
air. ataupun bahan-bahan yang tersaring dalam air
b.
Batu
kerikil (halus, besar, sedang)
Untuk penyaringan tahap awal tengah akhir karena dapat mengendapkan molekul-molekul yang
ikut bersama air dan yang tak dapat tersaring bersama ijuk
9
c.
Pasir
Halus
Untuk filter yang paling utama karena unsur
pasir yang padat dan bisa menyebabkan molekul – molekul tersebut bisa
tersangkut dalam air
d.
Arang
Mengandung karbon . walaupun kandungan
karbonya tak sebanyak kandungan dalam tawas . tetapi arang masih dapat mengikat
bau dan racun di dalam air
10
f.
Batu
Kali
Fungsinya
hampir sama dengan arang . tetapi juga terdapat fungsi untuk merendam
11



Tidak ada komentar:
Posting Komentar